Laman

Animal Text Generator at TextSpace.net

Minggu, 26 Juni 2011

Kumpulan kata-kata bagus

~ Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

~ Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Sabtu, 25 Juni 2011

KUMON


KUMON

*      Asal Usul Kumon
Berawal sekitar 50 tahun yang lalu di Jepang saat Takeshi, seorang anak laki-laki yang duduk di kelas 2 SD, pulang ke rumah dengan membawa kertas ulangan disakunya dengan nilai yang lebih jelek dari biasanya. Saat ibunya menemukan kertas tersebut, dia sangat khawatir kalau putranya akan mendapat nilai matematika yang lebih jelek lagi sehingga sang ibu segera mendiskusikannya dengan ayah Takeshi.
Ayah dari anak laki-laki tersebut adalah Toru Kumon, yang pada saat itu adalah seorang guru matematika SMA dengan pengalaman mengajar lebih dari 20 tahun. Beliau melakukan pendekatan yang berbeda – beliau tidak mengajari putranya, akan tetapi setiap malam membuat lembar kerja matematika untuk dikerjakan oleh Takeshi secara mandiri pada keesokan harinya. Sasaran dari lembar kerja itu adalah untuk membantu putranya mengembangkan kemampuan berhitung sekaligus mengembangkan kebiasaan belajar secara mandiri.

SEMPOA

SEMPOA

*      SEMPOA
Sempoa atau sipoa atau dekak-dekak adalah alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Sempoa digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan akar kuadrat.
Sempoa telah digunakan berabad-abad sebelum dikenalnya sistem bilangan Hindu Arab dan sampai sekarang masih digunakan pedagang di berbagai belahan dunia seperti di Tiongkok.
Sempoa sering digunakan sebagai alat hitung bagi tuna netra karena manik-manik pada sempoa dapat dengan mudah dirasakan dengan jari-jari. Sehelai kain lembut atau selembar karet biasanya diletakkan dibawah sempoa untuk mencegah manik-manik bergerak secara tidak sengaja.
SAKAMOTO

*      Sejarah sakamoto
Metode Sakamoto berasal dari Jepang, ditemukan oleh DR Hideo Sakamoto tahun 1980.DR Hideo Sakamoto adalah Doktor dibidang Phylosophy pendidikan dari Universitas IOND Hawaii, AS, menciptakan Metode Sakamoto di Jepang, dengan berfokus pada Pembinaan kemampuan siswa dalam pemahaman soal (be able to understand) lebih dari sekedar kemampuan menjawab soal (be able to answer). Dengan
Belajar sampai MATI

Saya belajar selama saya hidup. Batu insan akan menjadi ijazah saya.
I am learning all the time. The tombstone will be my diploma.
~Eartha Kitt

Kamis, 28 April 2011

Belajar Menurut Ausabel

Belajar menurut Ausabel, mengandung pengertian: 
(1) Belajar merupakan cara informasi atau materi pelajaran yang disajikan pada siswa, melalui penerimaan atau penemuan 
(2) Belajar merupakan cara bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang ada.

Bentuk belajar matematika dapat berupa terapan belajar bermakna dimana siswa pada tingkat belajar pertama, berusaha menemukan sendiri sebagian atau seluruh materi yang diajarkan. Pada tingkat belajar kedua, siswa sudah berusaha menghubungkan atau mengaitkan informasi.

Belajar dari Semangat Juang Para Insinyur Jerman


Perkumpulan Insinyur Jerman (Verein Deutscher Ingenieur) pada hari Jum’at, 12 Mei 2006 genap berusia 150 Tahun. Selama 1,5 abad tersebut tidak terhitung sumbangsih mereka terhadap kemajuan negara Jerman, yang mungkin diantaranya ada yang bisa diambil manfaatnya oleh para tenaga ahli Indonesia. Dengan anggota sebanyak 128.000 orang mereka telah menjadi sebuah perkumpulan insinyur yang sangat berpengaruh dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Eropa. Mereka menjadi partner utama pemerintah Jerman dalam pengembangan IPTEK mulai dari A sampai Z.


Jumat, 22 April 2011

Videokeman

videokeman mp3
Just the Way You Are – Bruno Mars Song Lyrics

Definisi Mengajar

Menurut Susilo (1998:42) guru matematika yang baik adalah guru yang mampu mengatasi dan menyelesaikan masalah pembelajaran didalam kelas secara bijaksana. Belajar dan mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi pendidikan. Tujuan yang hendak dicapai agar dapat memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap pelajar sebagai bentuk perubahan perilaku siswa dalam belajar. Belajar dan strategi belajar merupakan faktor yang dapat menentukan keberhasilan siswa.

Dalam proses belajar mengajar, hal yang paling berperan adalah cara guru mengajar atau menyampaikan pelajaran yang bertujuan untuk menarik perhatian siswa. Dalam hal ini metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan juga alat peraga yang digunakan akan mempermudah siswa untuk memahami materi. Metode yang akan digunakan dapat memberikan kesan agar siswa lebih menyenangi pelajaran matematika.


Setiap siswa memiliki karakter masing-masing yang  terbentuk dari banyak proses, diantaranya keluarga dan lingkungan. Pengetahuan tentang perbedaan setiap siswa dari sisi attitude, behavior, dan kematangan emosional seharusnya diketahui oleh pihak pendidik sebagai bekal awal dalam mendidik yang tentunya informasi ini diketahui dari orang tua siswa tersebut. Informasi ini sangat penting dalam merumuskan materi serta proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswanya, minimal seorang pendidik sudah mengetahui apa yang seharusnya dipersiapkan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini ada tiga faktor yang cukup urgen dalam menyikapi perbedaan diantara siswa yaitu guru, orang tua, serta kurikulum.

Kamis, 21 April 2011

Mengajar bagi Guru

Mengajar bagi guru memang bukan pekerjaan mudah,bahkan bisa dikatakan rumit, karena bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya,tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajar mengajar di kelas, yang meliputi mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas, menilai proses dan hasil belajar siswa dan sekaligus menegakan disiplin dan melakukan kegiatan